Penulis, peneliti dan penenun dari Mauliru – Sumba Timur, NTT. Tahun 2016 menerbitkan buku “Tanpa Judul”, antologi cerpen yang berfokus pada isu-isu perempuan misalnya peran domestik, harapan dan inspirasi terkait budaya. Puisi-puisinya tergabung dalam beberapa antologi bersama penulis lainnya di NTT maupun Indonesia. Puisi berjudul ‘Perempuan Sabana’ dibacakan di sebuah film dokumenter tentang perempuan Sumba serta dibaca di beberapa kegiatan oleh aktris Indonesia. Diana juga menjadi ilustrator untuk beberapa buku dongeng bertema Sumba. Diana aktif mendokumentasikan cerita budaya terkait tenun ikat melalui komunitas yang dibentuknya yakni Komunitas Tenun Kandunu, komunitas tenun lintas generasi yang bertujuan untuk menjaga warisan budaya tenun, melestarikan lingkungan melalui pewarna alami dan mendukung kemandirian ekonomi perempuan. Diana juga dokumentasikan tanaman obat herbal yang digunakan oleh masyarakat Sumba. Diana adalah relawan Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) – Sumba untuk melakukan advokasi kasus kekerasan perempuan dan anak serta melakukan edukasi tentang kesehatan reproduksi serta isu kesehatan lainnya.