Pegiat urbanis yang merupakan salah satu pendiri LabTanya, sebuah laboratorium warga yang mengembangkan berbagai metode penelitian kolektif, eksperimen, dan partisipasi untuk transformasi sosial. Ia juga salah satu penggagas Kota Tanpa Sampah, sebuah inisiatif serta eksperimen sosial yang dimulai sejak 2015, yang mengajak komunitas warga untuk aktif mengembangkan pengetahuan serta praktik hidup yang berkesadaran ekologis dan minim sampah. Dalam pengalamannya berkarya bersama warga di 38 RW di Jakarta, Tangerang Selatan & Banjarmasin, Wilma melihat bahwa warga yang aktif & berkomitmen untuk terus bergerak hampir seluruhnya adalah perempuan. Menurut Wilma, peran perempuan dalam tata kelola domestik memiliki otoritas besar dalam selesaikan salah satu masalah kota yaitu sampah, sehingga perlu didukung sebagai bentuk produksi pengetahuan vernakular.
Ia sangat berharap dari apa yang telah dilakukan para perempuan yang terlibat dapat menginspirasi kotanya untuk melihat kemungkinan perluasan gerakan dan mereka yang terlibat menjadi aktor-aktor penting perubahan.
Dalam 3 tahun belakangan ini ia bersama LabTanya mendampingi beberapa RW di Jakarta dan Tangerang Selatan untuk membuat perencanaan partisipatif sistem tata kelola sampah.