Co-founder Paradance Platform, platform tari yang berfokus pada kerja-kerja perawatan koreografer muda sejak 2015. Tahun 2016-2020 memasuki kerja kuratorial di Indonesia Dance Festival (IDF) dengan fokus dalam program-program terkait koreografer muda. Membangun gelaran.id, website review, kritik, dan informasi seni pertunjukan bersama suami (Ahmad Jalidu) sebagai upaya kecil untuk menambah ruang menulis bagi kritikus dan reviewer seni pertunjukan sekaligus membangun dialog antara seniman, kritikus/reviewer, dan publik. Memulai kerja-kerja di isu perempuan dan inklusi melalui Rifka Annisa Women’s Crisis Center (RAWCC) dan Center for Studies on Inclusive Education (CSIE) Sekolah Tumbuh. Pertemuan-pertemuan dengan lembaga-lembaga ini memiliki pengaruh penting dalam metode kerjanya di seni pertunjukan hingga hari ini, terutama ketika bekerja secara dekat dengan koreografer muda.
Tautan Relevan: