Septina Rosalina Layan adalah seniman musik/pesuara, komponis berbasis di Papua, Indonesia. Septina lahir di Merauke. Menamatkan pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak–SMA di Merauke Papua. Memperoleh gelar S1 Jurusan musik/komposisi musik dan Master Seni dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Septina sangat menyukai, mencintai nyanyian tradisi dan folklor Melanesia. Septina juga aktif membuat karya komposisi musik kontemporer berbasis tradisi Papua. Karya-karyanya adalah ”Ihin Sakil Somalae‘ ‘(Ratapan Cendrawasih, 2014) dipentaskan di Auditorium Musik ISI Yogyakarta, ‘‘Kababor” di Dewan Kesenian Tanah Papua (2015) bersama komunitas Action Papua, dan komposisi musik ”Sagu VS Sawit” (2017). Pada tahun yang sama, mengikuti Europalia Festival di Brussels Belgia bersama kelompok Voice of Papua. Pada 2018 Septina mendokumentasikan lantunan tradisi Eb suku Yaghai Mappi Papua berupa audio, video dan buku nyanyian dan mementaskan karya “Reincarnation Of South Papua” dalam October Meeting Young Composer Series di Yogyakarta. Tahun 2019, Septina mementaskan karya ‘‘Lament of Story” di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Tahun 2020, Septina berkolaborasi dengan Garin Nugroho sebagai salah satu komposer dan solois dalam karya “Planet Sebuah Lament’, dan telah dipentaskan di beberapa negara. Pada Maret 2020, Septina membuat karya Lament ‘‘Rahim Ibu’‘ untuk ilustrasi Film ‘‘Noken Rahim ke dua’‘ karya Adi Sumunar di Pasca Sarjana ISI Surakarta.