Aktivis yang tergabung dalam As-Salam Collective, kolektif dengan semangat belajar dan kampanye Islam berperspektif kemanusiaan melalui kajian dan kesenian. Di Medan, kampung halamannya, sarjana sejarah ini pernah mengelola berbagai festival seni kaum muda bersama Medan Heritage Community, Suara Bhinneka dan Rumah Karya Indonesia. Ia sempat pula terlibat di Peretas, mengelola administrasi Peretas Berkumpul 2019. Yuri menaruh perhatian besar pada isu gender dan pengungsi dan bekerja untuk proyek UNHCR #WithRefugee di Jakarta.
Tautan Relevan: